Jumat malam di toko tembakau Mukti kian menua, kemacetan berangsur mereda di tikungan jalan Wahid Hasyim menuju jalan Beteng, Semarang. Obrolanku dengan tante Agung dan Tia terputus oleh sapaan Oom Agung, sang empunya toko tembakau.Beliau berencana mengambil kue pesanan untuk sembahyang esok hari di sebuah toko kue khusus pembuat kue tradisional tionghoa untuk keperluan sembahyang. Kata Oom, letaknya tidak terlalu jauh dari toko tembakau, siapa tahu aku berminat ikut melongok kesana. Tanpa ba bi bu, bergegas aku menyambar tas dan segera mengikuti langkah Oom dan Kunyeng menuju toko kue.